Angka "1926" dalam nama Gedung KBNU 1926 MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Batanghari bukanlah sekadar tahun biasa. Angka tersebut adalah simbol perjalanan panjang, yang mengacu pada tahun kelahiran organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 1926.
Lebih dari sekadar Kantor organisasi, gedung ini diinisiasi sebagai pusat peradaban baru. Rencana pembangunannya tidak hanya mencakup ruang sekretariat, tetapi juga fasilitas publik terpadu seperti pusat pendidikan (bahkan direncanakan untuk SD NU), klinik kesehatan, rest area, dan pusat ritel UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Lokasi dan Harapan
Proyek besar ini terletak di Desa Batangharjo, Kecamatan Batanghari. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan organisasi NU sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat Batanghari secara umum.
Kondisi Terkini dan Tahapan Pembangunan
Perkembangan awal pembangunan gedung ini terpantau dengan baik melalui beberapa tahapan:
· (18 Juni 2025) dilakukan Peletakan Batu Pertama oleh Camat setempat beserta jajaran Forkopimcam dan tokoh agama.
· (29 Juni 2025) didatangi oleh tokoh nasional Prof. KH. Said Aqil Siradj, M.A. , yang memberikan dukungan moral serta nasihat untuk memperkuat kerjasama dan ekonomi KBNU.
· Saat ini, proyek masih dalam proses pembangunan dengan target waktu penyelesaian sekitar dua tahun. Meskipun sedang dibangun, gedung ini juga telah berfungsi sebagai pusat kegiatan, salah satunya saat menjadi lokasi Apel Besar dan Kirab Santri dalam rangka memperingati Hari Santri 2024.
Makna Mendalam di Balik Nama "1926"
Angka 1926 tidak bisa dilepaskan dari peristiwa bersejarah berdirinya NU di Surabaya. Penambahan angka ini pada nama gedung menegaskan komitmen kuat warga NU setempat untuk tetap berpegang pada "Khittah NU 1926", sebuah landasan fundamental yang menjaga kemandirian dan nilai-nilai keagamaan organisasi.
Dengan desain fungsional yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, Gedung KBNU 1926 MWCNU Batanghari melambangkan komitmen untuk terus menjadi "wadah pemersatu umat", tempat silaturahmi, serta pusat kegiatan yang memberdayakan warga secara ekonomi dan sosial.
